Sediaan Membran Amnion Mengandung Riboflavin dan Moxifloxacin sebagai Adjuvan Terapi Photo Activated Chromophore Keratitis–Corneal Cross Linking (PACK-CXL): Pengembangan Sediaan, Uji Preklinik dan Uji Klinik

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM An. dr. Reny Setyowati, Sp.M

Disertasi:

Sediaan Membran Amnion Mengandung Riboflavin dan Moxifloxacin sebagai Adjuvan Terapi Photo Activated Chromophore Keratitis–Corneal Cross Linking (PACK-CXL): Pengembangan Sediaan, Uji Preklinik dan Uji Klinik

Pembimbing:

  • Prof. Dr. dr. Agus Supartoto, Sp.M (K)
  • dr. Supanji, Sp.M(K), Ph.D
  • Dr. Eng. Apt. Khadijah, M.Si

Latar Belakang: Pembuatan sediaan membran amnion mengandung riboflavin dan moxifloxacin, mengetahui efektivitas dan karakteristik sebagai adjuvan terapi PACK-CXL pada ulkus kornea infeksi derajat sedang dan berat.

Metode: Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan. Tahap I pembuatan membran amnion mengandung riboflavin dan antibiotik moxifloxacin. Tahap II penelitian pada hewan coba kelinci yang diinduksi ulkus kornea berat terbagi atas kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi PACK-CXL dengan penambahan membran amnion mengandung riboflavin dan moxifloxacin dibanding kelompok kontrol menggunakan PACK-CXL standar. Tahap III validasi klinis dilakukan pada pasien ulkus kornea infeksi derajat sedang dan berat menggunakan desain randomized clinical control trial. Seluruh pasien diberi manajemen sesuai Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Ulkus Kornea. Kelompok intervensi diberi adjuvan terapi PACK-CXL dengan penambahan membran amnion mengandung riboflavin dan moxifloxacin dibanding kelompok kontrol yang menggunakan PACK-CXL standar. Dilakukan pengujian klinis dan parameter sitokin proinflamasi IL-6, CXCL2, IL-1β, dan IL-8.

Hasil: Tahap I menghasilkan membran amnion yang mengandung moxifloxacin 0,5% dan riboflavin 0,1% dalam kelarutan 400 μl memiliki hasil kuat tarik dan pemanjangan terbaik serta memiliki kandungan obat yang sesuai. Tahap II pada hewan coba menunjukkan persentase kelompok intervensi mengalami perbaikan total lebih tinggi (93,2% vs 88,7%) dan konsisten di semua fase waktu. Hasil evaluasi histologi kornea pada akhir evaluasi menunjukkan perbaikan lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol berupa reepitelialisasi lebih regular, stroma lebih padat dan pengurangan jumlah sel inflamasi. Pada tahap III validasi klinis pada pasien ulkus kornea infeksi kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol menunjukkan gambaran klinis lebih baik berupa reepitelialisasi lebih cepat dan tidak dijumpai kejadian komplikasi secara signifikan. Dengan gambaran sitokin proinflamasi IL-6, CXCL2, IL-1β, dan IL-8 yang menurun lebih cepat secara signifikan pada minggu ke-4.

Kesimpulan: Sediaan kombinasi riboflavin dan moxifloxacin dalam membran amnion sebagai adjuvan terapi PACK-CXL efektif pada pasien ulkus kornea infeksi derajat sedang berat.

Kata kunci: PACK-CXL, riboflavin, moxifloxacin, membran amnion, ulkus kornea infeksi, efektifitas.