Pengembangan dan Efektivitas Model Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah “SiMarti” dengan Pendekatan Pemberdayaan Keluarga Pada Pasien Pasca Sindrom Koroner Akut

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM An. Eva Marti, S.Kep., Ns., M.Kep

Disertasi:

Pengembangan dan Efektivitas Model Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah “Simarti” dengan Pendekatan Pemberdayaan Keluarga pada Pasien Paska Sindrom Koroner Akut

Pembimbing:

  • Prof. dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., PhD., Sp.PD-KKV., Sp.JP(K)
  • Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D

Latar belakang: Rehabilitasi jantung berbasis rumah (RJBR) merupakan strategi pencegahan sekunder yang efektif bagi pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, keterbatasan akses dan keberhasilan dalam mempertahankan perubahan perilaku jangka panjang masih menjadi tantangan utama. Keterlibatan keluarga berperan penting dalam mendukung kepatuhan, adaptasi, dan keberlanjutan rehabilitasi pasien pasca rawat inap.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas model SiMarti (Sigap Merawat Jantung Mandiri) berbasis pemberdayaan keluarga terhadap peningkatan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan pemberdayaan keluarga pasien SKA.

Metode: Penelitian menggunakan desain multiphase sequential mixed methods yang terdiri dari empat tahap: 1) penelitian kualitatif pada pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi, 2) pengembangan dan validasi model RJBR SiMarti, 3) uji efektivitas melalui randomized controlled trial (RCT) serta 4) evaluasi implementasi model.

Hasil: Analisis kualitatif menghasilkan tiga tema utama, yaitu: a) Menciptakan kebiasaan baru, b) Berdamai dengan situasi, c) Dualisme fungsi keluarga. FGD dengan tenaga kesehatan menegaskan pentingnya edukasi dan alur program yang terstruktur serta pentingnya dukungan keluarga. Validitas modul dinilai oleh enam pakar rehabilitasi jantung dengan hasil baik (S-CVI pasien = 1,00; fasilitator = 0,98). Sebanyak 90 pasien mengikuti RCT selama 12 minggu. Intervensi RJBR SiMarti lebih efektif meningkatkan kapasitas fungsional yang diukur melalui 6MWT (p < 0,001; Cohen’s d = 0,50) dan pemberdayaan keluarga (p = 0,033) dibandingkan perawatan standar rumah sakit. Peningkatan kualitas hidup signifikan hanya pada dimensi fisik pada pasien dengan kepatuhan program >50% (p= 0,001), sedangkan kualitas hidup total, dimensi emosional dan sosial tidak berbeda bermakna (p > 0,05). Evaluasi menunjukkan program bersifat praktis dan suportif, namun memerlukan penguatan pada aspek edukasi, psikologis, dan teknologi

Kesimpulan: Model RJBR SiMarti efektif meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup pada dimensi fisik, dan pemberdayaan keluarga pasien SKA. Pengembangan selanjutnya perlu mengintegrasikan intervensi psikologis dan teknologi yang lebih adaptif.

Kata kunci: rehabilitasi jantung berbasis rumah, sindrom koroner akut, pemberdayaan keluarga