Mengenal Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID) Part 2 | Kelas Kanal

Pada episode kali ini, Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed., Sp.KKLP dari Departemen Farmakologi dan Terapi FKKMK UGM membahas karakteristik klinis berbagai golongan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (NSAID), termasuk indikasi, dosis, efek samping, kontraindikasi, serta pertimbangan klinis dalam penggunaannya.

Materi yang Dibahas:

  1. Derivat Asam Propionat – Ibuprofen
    • Dosis untuk nyeri sedang dan dismenore (400 mg setiap 4–6 jam)
    • Efek toksik, seperti gangguan lambung, pusing, hingga ambliopia
    • Alasan mengapa ibuprofen sebaiknya diminum bersama makanan atau susu
  2. Derivat Asam Propionat – Ketoprofen
    • Pengaruh makanan terhadap kecepatan absorpsi obat
    • Dosis maksimal 300 mg per hari
    • Pentingnya pemantauan fungsi ginjal, terutama pada pasien usia di atas 60 tahun
  3. Derivat Asam Fenilasetat – Diklofenak
    • Potensi klinis dibandingkan NSAID lain
    • Indikasi penggunaan pada trauma muskuloskeletal dan nyeri pascaoperasi
    • Kontraindikasi pada anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui
  4. COX-2 Selective Inhibitors – Celecoxib
    • Indikasi pada pasien dengan riwayat iritasi saluran cerna akibat NSAID konvensional
    • Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular

Video ini bermanfaat bagi:

  • Mahasiswa kedokteran, farmasi, keperawatan, dan tenaga kesehatan yang ingin memahami penggunaan NSAID secara klinis.
  • Dosen dan pendidik sebagai materi pendukung pembelajaran farmakologi.
  • Dokter dan tenaga kesehatan yang ingin menyegarkan kembali konsep pemilihan NSAID sesuai indikasi dan profil keamanannya.
  • Masyarakat umum yang ingin mengenal manfaat, risiko, dan penggunaan NSAID secara lebih tepat.

Materi ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, maupun terapi oleh tenaga kesehatan.