Seminar Rabuan – Siapa Pemimpin-Pemimpin di Sektor Kesehatan?

Sektor Kesehatan saat ini mengalami perubahan dinamis dengan adanya berbagai perubahan faktor di dalam negeri dan luarnegeri serta adanya UU Kesehatan 2023. Berbagai komponen dalam sektor kesehatan berubah, termasuk antara lain: peran pemerintah di sektor kesehatan, hubungan antar organisasi, sistem pelayanan, persaingan rumahsakit internasional, pemerataan pelayanan, sampai pendidikan residensi. Sementara itu pendanaan kesehatan mengalami tekanan luar biasa, dimana BPJS mengalami kembali kesulitan dalam pembayaran karena ketidak cukupan pengumpulan dana untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang merata.

Dalam perubahan yang sangat besar ini, ada pertanyaan menarik apakah para pemimpin sektor kesehatan yang sangat luas cakupannya ini, mempunyai pemahaman sama terhadap perubahan. Bagaimana peran sebagai regulator, bagaimana peran sebagai operator, bagaimana peran sebagai organisasi di masyarakat. Seperti diketahui, masih ada ketidak harmonisan hubungan antar para pemimpin di sektor kesehatan.

Untuk menganalisis situasi ini diperlukan pemahaman lebih mendalam mengenai organisasi-organisasi pelaku dalam sistem kesehatan. Apa fungsi masing-masing dengan berbasis prinsip Good Governance dalam Sistem Kesehatan. Tanpa pemahaman mengenai prinsip Good Governance dalam sistem kesehatan, akan ada kesulitan dalam memetakan para aktor dan menganalisisnya. Dari pemetaaan ini akan dilihat siapa pemimpin di sektor kesehatan? Di Level Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota. Juga bagaimana kaitannya dengan para pemimpin yang dianggap berada di luar sektor kesehatan (lintas sektoral) misalnya di pendidikan, lingkungan hidup, perumahan, sampai ke sektor keuangan.

Bagaimana cara berfikir mereka dan atributnya? Apakah sudah mempunyai kesepakatan dalam konteks adanya UU Kesehatan 2023 untuk bekerja bersama meningkatkan status kesehatan masyarakat di Indonesia, meningkatkan efektifitas perlindungan sosial, memeratakan pelayanan kesehatan, meningkatkan daya saing organisasi pelayanan kesehatan, sampai ke peningkatan kepuasan penggunanya. Ataukah tetap mengedepankan perbedaan sehingga tidak ada sinergi cukup untuk membangun sistem kesehatan.

Narasumber
Prof. dr. Laksono Trisnantoro MSc PhD.
Dosen Departemen Kebijakan dan Manajemen FK-KMK UGM

Moderator
dr. Haryo Bismantara, MPH
Dosen Departemen Kebijakan dan Manajemen FK-KMK UGM