Respon Imun Nonspesifik pada Pasien Hipertrofi Konka Inferior (Kajian Innate Lymphoid Cell 2 (ILC2) dan Profil Mikrobiota pada Mukosa Konka)

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM atas nama dr. Rangga Putra Nugraha, Sp.T.H.T.B.K.L., M.Sc.

Disertasi:
Respon Imun Nonspesifik pada Pasien Hipertrofi Konka Inferior (Kajian Innate Lymphoid Cell 2 (ILC2) dan Profil Mikrobiota pada Mukosa Konka)

Tim Pembimbing:

  • Prof. Dr. dr. Budi Yuli Setianto, Sp.PD.KKV., Sp.JP(K)
  • Dr. dr. Luh Putu Lusy Indrawati, M.Kes., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Rino(K)

Latar Belakang: Hidung berperan dalam sistem pertahanan tubuh dalam menyaring partikel asing yang masuk melalui sistem pelindung respon
imun nonspesifik/bawaan seluler melalui sel fagositosit, dendritik, mast, limfoid alami, innate lymphoid cell (ILC), natural killer (NK), sistem komplemen dan sitokin serta mikrobiota. Gangguan sistem pelindung ini menyebabkan penyakit pada rongga hidung seperti hipertrofi konka inferior (HKI) dengan prevalensi 72% kasus dari komponen obstruksi nasal. Peningkatan ukuran konka inferior diakibatkan oleh edema jaringan, kongesti vaskular dan hiperplasia seluler. Pengetahuan dan pemahaman mengenai imunitas seluler nonspesifik pada HKI dapat membantu klinisi dalam mengembangkan terapi baru.

Metode: uji potong lintang di RS Universitas Tanjungpura terhadap 42 pasien yang mengalami hipertrofi konka inferior dan menjalani operasi
turbinoplasti. Pemeriksaan imunohistokimia, flowsitometri dan whole genome sequencing digunakan pada penelitian.

Hasil: Penelitian ini melibatkan 42 pasien (21 orang laki-laki dan 21 orang perempuan) yang berusia antara 11 tahun – 59 tahun (rerata usia 27,4 tahun), 10 kasus HKI pada derajat 3 dan 32 kasus derajat 4, serta kondisi atopik terjadi pada 19 pasien (45,2%). Rerata sel eosinofil 71,4% (30 pasien) pada derajat 1-4+ dan berbeda pada kondisi atopik (p<0,001). Rerata sel CD45+ ditemukan 34,0038 sel/bidang dan berbeda pada derajat HKI (p=0,017). Rerata CD294+ didapatkan 5,7143/bidang dan berbeda pada non-atopik (p=0,029). Persentase ILC2 ditemukan 0-0,113%, dengan rerata 0,029% dan berbeda pada derajat HKI (p=0,006). Mikrobiota tidak dijumpai pada mukosa HKI.

Kesimpulan: Terdapat respon imun nonspesifik seluler melalui keberadaan dan jumlah sel eosinofil, CD45+, CD294+ dan ILC2 pada mukosa konka pasien yang mengalami hipertrofi konka inferior. Hiperplasia seluler dan infiltrasi jaringan oleh sel eosinofil, CD45+, CD294+ dan ILC2 melalui respon imun nonspesifik seluler memiliki kecenderungan lebih dominan menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertrofi konka daripada status atopik individu. Mikrobiota hanya terdapat pada lendir atau mukus dan tidak pada epitel atau mukosa atau bahkan pada permukaan mukosa hidung, sehingga mikrobiota dapat dipelajari dengan mengambil sampel dengan swab atau brushing tidak dengan biopsi atau jaringan

Kata kunci: Hipertrofi konka inferior, respon imun nonspesifik, innate lymphoid cell 2 (ILC2), mikrobiota