Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM An. dr. Devi Artami Susetiati, M.Sc., Sp. D.V.E., Subsp.Ven
Disertasi:
Potensi Supernatan Lactobacillus rhamnosus sebagai Terapi Alternatif Infeksi HPV, Uji Invitro
Pembimbing:
- Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.DVE., Subsp.OBK
- Dr. dr. Angela Satiti Retno Pudjiati, Sp.DVE., Subsp.Ven
Latar Belakang : Human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan HPV 18 merupakan tipe yang paling karsinogenik dan penyebab sekitar 73% kasus kanker serviks didunia. Gen HPV E6 dan E7 mengkodekan onkoprotein virus yang menargetkan protein supresor tumor (p53) dan retinoblastoma (pRB). Inaktivasi p53 oleh E6 menghambat jalur apoptosis dan ikatan E7 dengan pRb menyebabkan pelepasan faktor transkripsi E2F sehingga menyebabkan proliferasi sel tidak terkontrol. Galur sel HeLa (HPV-18) dan CaSki (HPV-16) sering digunakan sebagai model in vitro untuk meneliti mekanisme kanker serviks. Terapi HPV menggunakan 5-Flourouracil (5-FU) sebagai agen kemoterapi memiliki keterbatasan dan efek samping. Sehingga, diperlukan terapi alternatif yang aman dan efektif. Saat ini berbagai penelitian sedang dikembangkan untuk mengetahui efektivitas dan mekanisme Lactobacillus sp dalam menghambat HPV, salah satunya L.rhamnosus yang merupakan mikrobiom manusia normal.
Tujuan : Mengevaluasi efek sitotoksik supernatan L.rhamnosus (S.LCR), 5-FU dan kombinasi keduanya terhadap viabilitas sel, serta ekspresi gen E6/E7, protein p53, dan E2F sel HeLa dan sel CaSki.
Metode Penelitian : Penelitian eksperimental in vitro ini menggunakan uji MTT untuk menilai sitotoksisitas, RT-PCR untuk menilai ekspresi E6/E7, dan immunocytochemistry untuk menilai ekspresi protein p53 dan E2F.
Hasil Penelitian : Jika dibandingkan kontrol, S.LCR 60% v/v dapat menurunkan viabilitas sel HeLa dan CaSki secara signifikan (p 0.005; p 0.00). Begitu juga 5-FU 10 μg/mL, yang menurunkan viabilitas sel HeLa dan CaSki secara signifikan (p 0.00 ; p 0.00). Pada sel HeLa dan CaSki, kombinasi S.LCR dan 5-FU tidak menunjukkan efektivitas lebih baik dibandingkan dengan dosis tunggal (p>0.05). Pada sel HeLa, S.LCR 60% v/v secara signifikan menurunkan ekspresi gen E6 (p 0.035), E7 (p 0.002), dan protein E2F bebas (p 0.014), serta meningkatkan ekspresi p53 (p 0.00). Hal ini juga ditemukan pada perlakuan dengan 5-FU 10 μg/mL (p<0.05). Pada sel CaSki, S.LCR 60% v/v secara signifikan meningkatkan ekspresi p53 (p 0.00) dan menurunkan ekspresi E2F (p 0.001), akantetapi ekspresi E6 dan E7 mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan (p 0.321 ; p 0.591). Hal ini juga ditemukan pada perlakuan dengan 5-FU 10 μg/mL.
Kesimpulan : Berdasarkan penelitian in vitro S.LCR berpotensi sebagai terapi alternatif HPV. Pada sel HeLa penurunan viabilitas oleh S.LCR dan 5-FU melalui mekanisme E7-E2F dan E6-p53 yang dapat mempengaruhi proses apoptosis dan siklus sel. Pada sel CaSki, penghambatan penurunan ekspresi p53 dan penurunan E2F dalam bentuk bebas terjadi independen terhadap E6 dan E7.
Kata kunci: Lactobacillus rhamnosus, 5-Fluorouracils, Human Papillomavirus, E6, E7, p53, E2F