Perawatan Luka yang Ekonomis dan Efektif sebagai Proses Persiapan Cangkok Kulit Bedah Lanjut dengan Menggunakan Inovasi Reverse Aqua Pump-Vacuum Assisted Closure : Studi Klinis Acak Non-Inferioritas

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM Atas Nama dr. Meirizal, Sp.OT., Subsp.T.L.B.M(K)

Disertasi:

Perawatan Luka yang Ekonomis dan Efektif sebagai Proses Persiapan Cangkok Kulit Bedah Lanjut dengan Menggunakan Inovasi Reverse Aqua Pump-Vacuum Assisted Closure

Pembimbing:

  • dr. Sumadi Lukman Anwar, M.Sc., Ph.D., Sp.B., Subsp.Onk(K).
  • dr. Rahadyan Magetsari, Sp.OT., Subsp.Onk.Ort.R(K)
  • Dr. dr. M. Rizal Chaidir, Sp.OT(K)., M.Kes (MMR)., M.H.Kes

Latar Belakang: Vacuum Assisted Closure (VAC) yang telah lama diperkenalkan terbukti efektif mempercepat penyembuhan, namun biayanya tinggi sehingga terbatas di negara berkembang seperti Indonesia. Meski banyak inovasi dilakukan, belum ada inovasi yang mendasar pada komponen utama VAC. Pengembangan reverse aqua pump (RAP-VAC) memunculkan solusi yang lebih murah dan efikasi yang setara dengan VAC komersial.

Metode: Studi eksperimental dengan desain non-inferiority randomized controlled trial, intervensi menggunakan RAP-VAC dan kontrol menggunakan VAC komersial. Efektivitas alat dilakukan uji komparatif dan korelasi antara dua kelompok VAC, dengan analisis sub-grup variabel luar menggunakan regresi linear dan efektivitas biaya dengan Incremental Cost-Effectiveness Rasio (ICER).

Hasil: Sebanyak 24 subjek (12 RAP-VAC dan 12 kontrol) dianalisis tanpa perbedaan karakteristik dasar yang signifikan. Derajat granulasi luka tidak menunjukkan perbedaan bermakna dari hari pertama (H0) hingga hari terakhir perawatan (HE) (p = 0,877), dan analisis subkelompok menunjukkan bahwa kondisi bone exposed tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan granulasi luka. Durasi penggunaan VAC juga tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok (p = 0,805). Pada status infeksi, indikator CRP menunjukkan korelasi penurunan yang signifikan pada kelompok RAP-VAC (r = 0,754; p = 0,005). Tingkat kenyamanan pasien, yang diukur dengan VAS, CRS, dan kebisingan alat (dB), tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar-kelompok. Biaya perawatan RAP-VAC jauh rendah dibandingkan VAC komersial (p < 0,001), dengan nilai ICER negatif yang menegaskan keunggulan cost-effectiveness RAP-VAC.

Kesimpulan: Penggunaan RAP-VAC menunjukkan efektivitas yang setara dengan VAC komersial dengan biaya perawatan yang jauh lebih rendah.

Kata kunci: Vacuum Assisted Closure, Penyembuhan Luka, Analisis Efektivitas Biaya, Uji Klinis Acak Terkendali