Pengembangan Virtual Reality Penanganan Perdarahan Pasca Salin Untuk Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Bidan Praktik Klinik

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM Atas Nama dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc.(HPE)., Sp.OG., FFRI

Disertasi:

Pengembangan Virtual Reality Penanganan Perdarahan Pasca Salin Untuk Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Bidan Praktik Klinik

Pembimbing:

  • Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
  • dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph.D

Latar Belakang: Mengajar kasus gawat darurat kepada peserta didik dalam suasana aman, tidak mencederai pasien, dan terstandar adalah suatu tantangan. Simulasi dengan manekin sebagai media pembelajaran pelatihan Continuing Professional Development mempunyai kelemahan yaitu tidak bisa merepresentasikan kondisi nyata sehingga tidak mampu membangkitkan emosi yang berguna dalam proses pembelajaran dan mempertahankan kompetensi para peserta didik. Inovasi menggunakan Virtual Reality (VR) sebagai media simulasi penanganan perdarahan pasca persalinan (PPH) merupakan satu pendekatan yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Metode: Penelitian ini terdiri dari tiga tahap penelitian. Tahap pertama adalah survey kuesioner untuk mengetahui persepsi bidan praktik klinis terhadap pengetahuan, persepsi kemampuan dan keseiapannya dalam menangani PPH. Tahap kedua adalah research and development VR PPH. Sedangkan tahap ketiga adalah ujicoba produk VR PPH menggunakan metode non-blinding randomized controlled trial.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji efektifitas VR penanganan PPH sebagai media pembelajaran untuk mempertahankan kompetensi bidan praktik klinik

Hasil: Sebanyak 251 responden mengikuti penelitian tahap I. Rerata skor pengetahuan responden adalah 57.5. Sebanyak 65.85% dan 93.79% responden masing-masing berpersepsi mampu dan siap dalam menangani PPH. Walaupun mempunyai skor pengetahuan rendah, responden yang bertindak sebagai leader dalam menangani PPH cenderung mempunyai persepsi kemampuan lebih tinggi (RR 2.243, p=0.050) dan kesiapan yang lebih tinggi (RR 1.346, p=0.606) daripada responden yang bertindak sebagai asisten. Pada penelitian tahap II didapatkan hasil produk VR PPH sebagai media pembelajaran yang realistis. Hasil penelitian tahap III menunjukkan bahwa pelatihan berbasis VR secara signifikan meningkatkan tingkat kesiapan (83,81 hingga 88,81, P = 0,015) dibandingkan dengan pelatihan berbasis manekin (84,06 hingga 86,54, P = 0,257). Kedua metode pelatihan secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta (50,67 hingga 76,78, p = 0,000) dan (55,44 hingga 78,44, p = 0,000) masing-masing untuk kelompok VR dan kelompok kontrol. Pengalaman belajar dengan VR lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan manekin dalam hal mampu menghadirkan suasana belajar seperti situasi nyata (58.03 vs 32.97 p=0.000), memberikan pengalaman belajar yang menyenagkan (54.17 vs 36.83 p=0.000 p=0.000), meningkatkan fokus dalam belajar (53.40 vs 37.60 p=0.001), menyediakan pembelajaran interaktif (53.28 vs 37.72 p=0.001) dan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan tindakan (50.33 vs 40.67 p=0.044).

Kesimpulan: Keterampilan bidan dalam mengelola PPH di DIY belum sepenuhnya memenuhi standar nasional. Persepsi keterampilan dan kesiapan yang tinggi bertolak belakang dengan pengetahuan responden sehingga diduga adanya kepercayaan diri yang berlebihan (overconfident) terutama pada responden dengan pengalaman bekerja lebih lama dan yang bertindak sebagai leader. VR dapat digunakan sebagai media pelatihan alternatif yang dapat mengatasi permasalahan pelatihan penanganan PPH karena mempunyai beberapa keunggulan. Manekin dan VR  memiliki kemampuan yang sama dalam meningkatkan pengetahuan responden. Namun VR lebih baik dalam meningkatkan kesiapan dan pengalaman belajar.

Kata kunci: Virtual Reality, perdarahan pasca salin, kompetensi, continuing professional development