Pengembangan Program Promosi Kesehatan Berbasis Partisipatif Komunitas (EKSIS)Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja Dalam Pengelolaan Stres Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Mental

Ujian Terbuka Program Doktor FK-KMK UGM Atas Nama Riris Diana Rachmayanti, SKM., M.Kes.

Disertasi:
Pengembangan Program Promosi Kesehatan Berbasis Partisipatif Komunitas (EKSIS) Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja Dalam Pengelolaan Stres Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Kesehatan Mental

Tim Pembimbing:

  • Prof. dr. Fatwasari Tetra Dewi, MPH., Ph.D
  • Diana Setiyawati, M.Hsc.Psy., Ph.D

Latar Belakang: Menurut I-NAMHS 2022, prevalensi masalah kesehatan mental remaja usia 10–17 tahun di 34 provinsi mencapai 34,9%. Resiliensi remaja di Surabaya sekitar 58% masih pada developing level, sehingga perlu program promosi kesehatan holistik berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan program promosi kesehatan partisipatif komunitas (EKSIS Program) untuk meningkatkan resiliensi remaja dalam pengelolaan stres, dengan dasar teori internal self resiliency.

Metode: Menggunakan rancangan intervention mapping, participatory action research, dan design thinking dengan multi-method sequential exploratory melalui tiga tahap. Tahap 1 melakukan penyelidikan dan diagnosis masalah secara kualitatif (fenomenologi) dengan 31 informan (1 Juni–21 Agustus 2024). Tahap 2 melakukan pengembangan instrumen, modul, program EKSIS, dan media digital berbasis design thinking (1 September–31 Desember 2024). Tahap 3 melakukan evaluasi pasca intervensi secara kualitatif dan kuantitatif. Proses Intervensi berlangsung 2 minggu melalui pelatihan dan website. Evaluasi kuantitatif dengan kuasi-eksperimen pada 144 remaja (72 pasang intervensi di SMAN 19 dan kontrol di SMAN 3) Analisis menggunakan t-test dan regresi logistik multinominal. serta evaluasi kualitatif pasca-implementasi intervensi dengan FGD. Analisis menggunakan tematik analysis

Hasil: Diagnosis masalah ditemukan 4 tema: status kesehatan mental remaja, perilaku resiliensi, ketersediaan program, dan faktor protektif resiliensi. Cross culture CVI SEHS dan ARQ >0,74. Resiliensi sedikit meningkat pasca intervensi meski tidak signifikan (p=0,48; effect size=0,16), menunjukkan bahwa program EKSIS berpotensi memperkuat resiliensi remaja. Resiliensi berpengaruh terhadap well-being (p<0,00), regulasi emosi (p<0,05), dan usia (p<0,05). Secara kualitatif, remaja menunjukkan peningkatan kemampuan bertahan, manajemen stres, dan regulasi emosi.

Kesimpulan: Semakin tinggi resiliensi remaja maka semakin baik status well-being, regulation emosi yang dimiliki dan kemampuan resiliensi meningkat pada usia yang lebih tinggi.

Kata kunci: Program, Promosi Kesehatan, EKSIS, Resiliensi, Remaja