Pengaruh Pendidikan Interprofesional Longitudinal Terhadap Sosialisasi Dan Identitas Interprofesional Mahasiswa Kedokteran

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM Atas Nama dr. Bulan Kakanita Hermasari, M.Med.Ed.

Disertasi:
Pengaruh Pendidikan Interprofesional Longitudinal Terhadap Sosialisasi Dan Identitas Interprofesional Mahasiswa Kedokteran

Pembimbing:

  • Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.
  • Prof. Dr. dr. Eti Poncorini Pamungkasari, M.Pd

Latar belakang: untuk menjadi tenaga kesehatan yang siap praktik kolaborasi, seorang mahasiswa profesi kesehatan harus memiliki identitas interprofesional. Pembentukan identitas nterprofesional membutuhkan proses sosialisasi interprofesional yang bertahap dan waktu yang tidak sebentar. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang pengaruh pembelajaran IPE longitudinal terhadap proses sosialisasi dan pembentukan identitas interprofesional mahasiswa kedokteran.

Metode: desain mixed-methods dengan pendekatan sekuensial eksplanatori dilakukan. Studi kuantitatif dengan non-randomized post-test only design, dilanjutkan dengan Studi kualitatif menggunakan desain Explanatory Case study–Embedded Multiple Case Design. Partisipan berasal dari fakultas kedokteran yang menerapkan pendidikan interprofessional longitudinal dan non-longitudinal. Teknik total sampling dilakukan pada tiap angkatan dan tiap model IPE. Instrumen yang digunakan adalah Interprofessional Socialization and Valuing Scale (ISVS), Extended Interprofessional Identity Scale (EPIS), dan Interdsciplinary Education Perception Scale (IEPS). Analisis data kuantitatif dengan uji t-test, ANOVA, dan uji regresi linier ganda, Responden kualitatif dipilih secara purposive sampling berdasarkan partisipan studi kuantitatif pada kedua program IPE yang memiliki skor ISVS dan EPIS di atas dan di bawah rata-rata angkatan. Pengambilan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik cross-case thematic analysis

Hasil: sejumlah 344 responden dianalisis secara kuantitatif. Mahasiswa dalam kelompok IPE longitudinal memperoleh skor sosialisasi interprofesional secara signifikan lebih tinggi terutama pada Semester 6 (p<0.01). Skor identitas interprofesional juga secara signifikan lebih tinggi pada kelompok longitudinal (p=0.035), khususnya pada subskala rasa memiliki (p=0.011). IPE longitudinal mempengaruhi sosialisasi interprofesional secara signifikan (β=0.51,p<0.001;R2=0.29). IPE longitudinal bersama dengan sosialisasi interprofesional (β=0.32) dan persepsi pendidikan indisipliner (β=0.32) mempengaruhi identitas interprofesional secara signifikan (p<0.001;R2=0.54). Sosialisasi interprofesional merupakan proses yang dinamis dan multi tahap. Persepsi mahasiswa terkait profesinya dan profesi lain dapat berubah selama pembelajaran IPE dipengaruhi oleh faktor sosialisasi, seperti kesamaan status, kesamaan tujuan, kontribusi individu dan ketergantungan antarprofesi. Responden IPE longitudinal cenderung memiliki identitas dan perkembangan tim interprofesional yang lebih matang dibandingkan 13 IPE non-longitudinal. Pendidikan interprofesional longitudinal dipengaruhi berbagai faktor seperti karakteristik individu, pembelajaran, dan peran fasilitator.

Kesimpulan: pendidikan interprofesional longitudinal mempengaruhi sosialisasi dan identitas interprofesional mahasiswa kedokteran

Kata kunci: interprofessional education; longitudinal; identitas; sosialisasi; mahasiswa kedokteran