Ujian Terbuka Program Doktor FK-KMK UGM Atas Nama dr. Khairan Irmansyah, Sp.THT-KL., M.Kes
Disertasi:
Pemikiran Baru Tentang Pengelolaan Rumah Sakit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Berdasarkan Beban Kerja Yang Ideall ACL
Tim Pembimbing:
- Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.
- Dr. dr. Andreasta Meliala., DPH., M.Kes., MAS.
- Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
Latar Belakang: Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah meningkatkan jumlah pasien umum di Rumah Sakit Tentara (RST), tetapi tidak diiringi oleh peningkatan jumlah dan distribusi tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan beban kerja dan penurunan mutu pelayanan medis, terutama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan dan penyakit kompleks.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan tenaga medis berbasis beban kerja ideal yang dapat diterapkan di lingkungan RST.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan desain observasional kuantitatif dan eksploratif kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dari 57 responden menggunakan instrumen beban kerja, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 8 informan kunci. Studi ini dilaksanakan di RST Tk. III dr. Soetarto Yogyakarta dan RST Tk. IV dr. Asmir Salatiga.
Hasil: Analisis menunjukkan beban kerja berlebih pada beberapa dokter spesialis, seperti spesialis anak dan penyakit dalam di Salatiga, serta spesialis bedah dan THT-KL di Yogyakarta. Wawancara kualitatif mengungkapkan bahwa dokter umum sering menangani kasus kegawatdaruratan tanpa pelatihan atau pengawasan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko kelelahan dan kesalahan medis. Responden menyarankan perlunya pelatihan terstruktur bagi dokter umum dan redistribusi tenaga medis. Keberadaan dokter residen dinilai sebagai solusi potensial untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan mutu pelayanan.
Kesimpulan: Strategi penyesuaian SDM perlu diarahkan pada redistribusi beban kerja dan pemanfaatan tenaga medis secara optimal dengan upaya penyesuaian beban kerja yang lebih proporsional khususnya dokter spesialis dan dokter umum. RST memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi rumah sakit pendidikan dimana program residensi berbasis rumah sakit secara bertahap menciptakan tenaga medis yang diberi kesempatan belajar langsung di RST dan penambahan jumlah dokter residen diharapkan membantu dalam optimalisasi pelayanan dokter spesialis, terutama di wilayah yang kekurangan layanan kesehatan.
Kata kunci: beban kerja, rumah sakit tentara, mutu pelayanan, kebutuhan residen