Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM Atas Nama dr. Rachmat Andi Hartanto, Sp.BS(K).
Disertasi:
Nilai Prediktif Ekspresi Microrna-10b Dan Microrna-21 Dalam Plasma Terhadap Toksisitas, Rekurensi, Dan Kesintasan Penderita High-Grade Glioma yang Menjalani Kemoterapi Menggunakan Temozolomide
Pembimbing:
- Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.N., Subsp.Ped(K).
- dr. Rusdy Ghazali Malueka, Sp.N., Subsp.N.Onk(K)., Ph.D.
Latar Belakang: High-grade glioma (HGG) merupakan tumor sistem saraf pusat (SSP) dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Berkembangnya tata kelola saat ini masih belum dapat meningkatkan kesintasan secara signifikan, menunjukkan perlunya pengembangan terapi target yang lebih baik. Ekspresi miRNA-10b dan miRNA-21 dalam plasma telah terbukti meningkat pada penderita HGG namun pengaruh keduanya terhadap toksisitas, rekurensi, dan kesintasan penderita HGG yang menjalani kemoterapi menggunakan temozolomide belum banyak diteliti pada subjek manusia.
Tujuan: Membuktikan nilai prediktif ekspresi miRNA-10b dan miRNA-21 dalam plasma terhadap toksisitas, rekurensi, dan kesintasan penderita HGG yang menjalani kemoterapi menggunakan Temozolomide.
Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan mixed cohort (prosektif dan retrospektif) di RS Kemenkes Sardjito Yogyakarta dan FK-KMK UGM bulan Januari 2021 hingga Desember 2024. Sampel diperoleh dari penderita HGG yang menjalani pembedahan maximal safe resection dan menyelesaikan CCRT. Pengambilan sampel secara prospektif menggunakan consecutive sampling hingga besar sampel minimal terpenuhi. Kadar miRNA-10b dan 21 dihitung dari plasma penderita sesaat sebelum induksi anestesi. Luaran yang dinilai adalah toksisitas, rekurensi, dan kesintasan.
Hasil: Didapatkan sebanyak 46 sampel untuk analisis toksisitas, 49 sampel untuk analisis rekurensi, dan 60 sampel untuk analisis kesintasan. Analisis toksisitas, 32 penderita (69,6%) tanpa toksisitas berat dan 16 penderita (30,4%) dengan toksisitas berat. Terbukti hubungan signifikan ekspresi miRNA-21 tinggi dengan kejadian toksisitas berat (p=0,037). Analisis rekurensi, 44,9% penderita mengalami rekurensi. MiRNA-10b (p=0,066) dan miRNA-21 (p=0,488) tidak terbukti berhubungan dengan rekurensi. Analisis kesintasan, 66,7% penderita meninggal dengan median overall survival (OS) 338 hari. Penderita dengan kadar miRNA-10b tinggi di atas 3.3×10-3 terbukti memiliki kesintasan lebih pendek (337 vs. 683 hari; p=0,014) dan risiko meninggal lebih tinggi (HR 2,45 (95% CI 1,21-4,96); p 0,013). Sebagian besar sampel berusia di bawah 60 tahun (78,3%). Usia di atas 60 tahun terbukti berhubungan signifikan dengan kesintasan rendah (p=0,014).
Simpulan: Ekspresi tinggi miRNA-21 terbukti berhubungan dengan tingginya kejadian toksisitas berat. Ekspresi tinggi miRNA-10b dan miRNA-21 tidak terbukti berhubungan dengan kejadian rekurensi, sementara ekspresi tinggi miRNA-10b berhubungan dengan rendahnya angka kesintasan penderita HGG.
Kata kunci: Glioma; Micro-RNA; Prognosis; Radioterapi; Temozolomide