Konsep Usia Emas Dan Kematian Yang Baik Bagi Lansia Pada Masyarakat Multikultural Di Indonesia

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM atas nama Puri Swastika Gusti Krisna Dewi, S.E., M.Sc., M.M.

Disertasi:
Konsep Usia Emas Dan Kematian Yang Baik Bagi Lansia Pada Masyarakat Multikultural Di Indonesia

Pembimbing:

  • Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.DVE., Subsp.DT
  • Prof. dr. Sri Suparyati Soenarto, Sp.A(K)., Ph.D.
  • Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

Latar Belakang: Penuaan adalah bagian dari tahap kehidupan yang tidak dapat dihindari, seharusnya menjadi tahap penuh dengan kebahagiaan dan kepuasan yang dapat membuat lansia merasa berada dalam usia emas yang mempersiapkan lansia untuk menghadapi kematian yang baik.

Tujuan: Mengeksplorasi konsep usia emas serta kematian yang baik bagi lansia di tengah keragaman suku dan agama di Indonesia, sehingga dapat menyusun kebutuhan dan memfasilitasi lansia menjadi sejahtera dan bahagia secara holistik dalam menghidupi masa tuanya.

Metode: Penelitian ini menggunakan exploratory sequential mixed methods design, yakni kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan berurutan dalam waktu yang berbeda. Penelitian dilakukan di tiga lokasi; Kab. Cianjur, Kab. Pulang Pisang, dan Kab. Manggarai Barat. Total subjek penelitian adalah 566 responden; 86 subjek kualitatif dan 480 subjek kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, data kuantitatif didapat melalui survei. Data kualitatif dianalisis secara tematik, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan uji statistik ANOVA dilanjutkan dengan Pos Hoc Duncan.

Hasil: Penelitian memperlihatkan adanya perbedaan akan konsep usia emas dan konsep kematian yang baik antara lansia dan pendampingnya. Pada hasil kualitatif dan kuantitatif dari ketiga lokasi penelitian, ditemukan perbedaan perawatan gerontik yang berdampak bagi pemahaman konsep usia emas menurut lansia. Perbedaan akan konsep usia emas dan konsep kematian yang baik di ketiga lokasi dipengaruhi oleh faktor suku, budaya dan sosial ekonomi. Persamaan hasil kualitatif dan kuantitatif terlihat pada konsep usia emas dan konsep kematian yang baik  menurut lansia antar agama di ketiga lokasi penelitian yang berbeda.

Kesimpulan: Persamaan hasil kualitatif dan kuantitatif tentang konsep usia emas dan konsep kematian yang baik pada lansia terdapat dalam aspek agama. Sementara perbedaan hasil kualitatif dan kuantitatif yang didapatkan dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi dan budaya. Perlunya peningkatan kesiapan pemerintah untuk menyediakan fasilitas, program dan tenaga kesehatan yang memahami kebutuhan lansia guna terpenuhinya kebutuhan populasi lanjut usia di Indonesia yang kian meningkat.

Kata kunci: lansia, usia emas, kematian yang baik, suku-budaya, multikultural.