Efektivitas dan Keamanan Pemberian Terapi Tambahan Aquaresis Tolvaptan Saat Fase Awal Klinis Gagal Jantung Akut Pada Pasien Gagal Jantung Kronis Dengan Penurunan Fungsi Ventrikel Kiri: Penelitian Uji Acak Terkendali

Ujian Terbuka Program Doktor FKKMK UGM An. Vireza Pratama, dr., Sp.JP(K)., FIHA., FAsCC., FSCAI., FESC

Disertasi:

Efektivitas dan Keamanan Pemberian Terapi Tambahan Aquaresis Tolvaptan Saat Fase Awal Klinis Gagal Jantung Akut Pada Pasien Gagal Jantung Kronis Dengan Penurunan Fungsi Ventrikel Kiri: Penelitian Uji Acak Terkendali

Pembimbing:

  • Prof. Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD-KKV., Sp.JP(K)
  • dr. Vita Yanti Anggraeni, Sp.PD-KKV., M.Sc., Sp.JP(K)., Ph.D

Latar Belakang: Gagal jantung kronis adalah kondisi yang mempengaruhi lebih dari 55,5 juta orang di seluruh dunia dengan 50% kejadian rawat inap yang disebabkan oleh gagal jantung akut dengan penurunan fungsi ejeksi fraksi. Tolvaptan, antagonis reseptor V2 selektif, merupakan obat baru sebagai agen dekongestan dalam pengobatan gagal jantung fase awal dengan fokus mengurangi reabsorpsi di tubulus ginjal sehingga berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman untuk gangguan fungsi ginjal yang lebih minimal. Meskipun memiliki mekanisme yang menjanjikan, efektivitas dan keamanan terapi tambahan tolvaptan dini pada pasien fase awal klinis gagal jantung akut pasien gagal jantung kronis belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan
tolvaptan sebagai terapi tambahan fase awal klinis gagal jantung akut pada pasien gagal jantung kronis yang mengalami penurunan fungsi ejeksi ventrikel kiri.

Metode: Uji klinis acak terkontrol dengan label tertutup dilakukan dari Maret 2023 hingga April 2025 di tiga pusat rujukan tersier di Indonesia yaitu RSUP Dr. Sardjito, RSJPD Harapan Kita, dan RSPAD Gatot Subroto. Kedua kelompok diberikan obat uji (tolvaptan/plasebo) dengan dosis 15 mg sekali sehari selama dua hari selain terapi standar sesuai guideline-directed medical therapy (GDMT). Luaran primer yang dinilai adalah perubahan Dyspnea Severity Score (DSS) dan volume urin dalam 24 dan 48 jam. Luaran sekunder meliputi total penggunaan furosemid dalam 48 jam, perubahan berat badan dalam 48 jam, perubahan NT-proBNP dalam 48 jam, lama rawat inap, fungsi ginjal (kadar kreatinin), kadar elektrolit, angka kematian, dan kejadian efek samping. Seluruh analisis statistik dilakukan menggunakan uji parametrik atau non-parametrik yang sesuai, dengan penerapan prinsip intention-to-treat.

Hasil: Sebanyak 105 subjek dengan kasus gagal jantung akut pada gagal jantung kronis yang memiliki fraksi ejeksi rendah (LVEF ≤ 40%) diikutsertakan dan dibagi menjadi kelompok plasebo (n=48) dan kelompok tolvaptan 16 (n=57). Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik awal pada kedua kelompok subjek setara. Dibandingkan dengan plasebo, kelompok tolvaptan memiliki perbaikan sesak napas yang lebih besar (RR: 1,27; 95% CI 1,03–1,56; p=0,032) serta produksi urin dalam 48 jam yang lebih besar secara signifikan (3471,4 vs 2339,1) dengan adjusted geometric mean (aGMR) 1,55 (1,25 – 1,94, p=<0,001). Selain itu, dosis total furosemid lebih rendah pada kelompok tolvaptan dinyatakan dalam Defined Daily Dose (DDD) (7,0 (5,8 – 8,2) vs 9,3 (7,6 – 11,4), p=0,027), penurunan berat badan lebih besar (-4,8 vs -2,5 kg, p=0,019), dan lama rawat inap lebih singkat (4,9 (4,2 – 5,6) vs 6,4 (5,4 – 7,5), p=0,014). Tidak ada perbedaan bermakna terhadap penurunan nilai NT-proBNP pada kedua kelompok (aGMR: 0,88 (0,63 – 1,23), p=0,361). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan kadar natrium, kalium, dan kreatinin serum antara kedua kelompok. Angka kematian rawat inap (5,3% vs 6,3%, p=1,000) dan angka kejadian efek samping serupa pada kedua kelompok, tanpa efek samping serius yang dikaitkan dengan tolvaptan.

Kesimpulan: Pada pasien gagal jantung akut fase awal, tolvaptan 15 mg/hari selama 2 hari efektif memperbaiki gejala sesak napas dan meningkatkan diuresis, serta aman tanpa meningkatkan risiko gangguan elektrolit, ginjal, maupun mortalitas.

Kata kunci: Gagal jantung akut, Tolvaptan, Uji acak terkendali, Dyspnea Severity Score, Produksi Urin, Efektivitas, Keamanan